1 Data keuangan Negara Tunas Bangsa menunjukkan indikator sebagai berikut:
GNP: Rp1.000 triliun
Penyusutan: Rp100 triliun
Pajak Tidak Langsung: Rp50 triliun
Transfer Payment: Rp30 triliun
Total Iuran (Laba ditahan + Iuran sosial): Rp20 triliun
Pajak Langsung (PPH): Ditentukan sebesar 10% dari nilai Personal Income (PI)
Ditanya: Hitunglah besarnya Personal Income (PI) dan Disposable Income (DI)!
2 Negara Tunas mencatat PDB (GDP) sebesar Rp1.500 triliun. Diketahui bahwa pendapatan warga negara Nusantara yang bekerja di luar negeri adalah sebesar Rp120 triliun, sedangkan pendapatan warga negara asing yang bekerja di dalam Negara Nusantara adalah sebesar Rp200 triliun. Depresiasi barang modal tercatat sebesar Rp80 triliun.
Ditanya:
a. Apakah nilai GNP Negara Nusantara lebih besar atau lebih kecil daripada nilai GDP-nya? Jelaskan alasannya!
b. Hitunglah besarnya nilai GNP dan NNP!
3 Suatu negara memiliki data indikator ekonomi sebagai berikut:
Net National Income (NNI): Rp750 miliar
Pajak Tidak Langsung: Rp60 miliar
Gross National Product (GNP): Rp900 miliar
Pengeluaran Konsumsi Masyarakat: Rp100 miliar (Data pengganggu)
Pajak Langsung: Rp40 miliar (Data pengganggu)
Ditanya: Hitunglah besarnya nilai Penyusutan (Depresiasi)!
Soal 4 Di antara pilihan komponen pendapatan di bawah ini:
Transfer Payment (Bantuan sosial/pensiun)
Laba Ditahan Perusahaan
Iuran BPJS / Asuransi Sosial
Pajak Perseroan / Perusahaan
Gaji/Upah Tenaga Kerja
Manakah kombinasi yang tepat yang berfungsi sebagai faktor pengurang dari NNI saat menghitung Personal Income (PI)?
A. 1, 2, dan 3
B. 2, 3, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 3, 4, dan 5
Soal 5 Negara Harapan pada tahun 2025 mencatat data perekonomian sebagai berikut:
GDP: Rp2.500 triliun
Pendapatan Neto Luar Negeri: -Rp100 triliun
Depresiasi / Penyusutan: Rp150 triliun
Pajak Tidak Langsung: Rp120 triliun
Transfer Payment: Rp80 triliun
Total Iuran (Laba Ditahan + Pajak Perusahaan + Iuran Sosial): Rp60 triliun
Pajak Langsung: Rp50 triliun
Ekspor Bersih: Rp50 triliun (Data pengganggu)
Pengeluaran Pemerintah: Rp400 triliun (Data pengganggu)
Jika masyarakat menyisihkan 80% dari Disposable Income (DI) untuk keperluan konsumsi harian, berapakah jumlah uang dari DI yang dapat ditabung oleh masyarakat?